Sebuah Perjalan yang tak bertuan.
Tepatnya perjalanan ini tiang lakunkan atas dasar keinginan tiang, untuk menjalankan sebuah hoby.
Tepatnya pada hari rabu malam 7/02/18, kira-kira pukul 10 WITA.
Tepatnya Tiang (Aku dalam bahasa sasak) baru balik dari pualau Sumbawa. Tiang coba persiapkan barang bawaan, mulai dari kondisi motor, pakaian ganti dan beberapa kaluq-aluq (buah tangan) Lombok telah tiang siapkan untuk bekal diperjalanan yang mungkin ini menjadi perjalanan panjang Lombok-Jawa-Sumatra.
Namun tiang tak mau perjalanan ini sia-sia tanpa manfaat. Dari sinilah tiang coba memikirkan apa misi yang tiang bawa dalam touring ini. Secara kebetulan tiang tergabung dalam sebuah aktivitas gerakan sosial. KURIR BUKU lah nama komunitas tiang, yang sebelumnya tiang tergabung dalam grup WA tanpa pernah bertatap muka dengan para pelaku Kurir Buku.
Dari sinilah ide dan misi yang akan tiang bawa adalah menebar virus Literasi untuk generasi di pinggiran.
Dengan cara menerima donasi buku di setiap kota besar untuk tiang donasikan ke rumah-rumah baca di pinggiran.
Inilah awal ide untuk membuat tulisan
" Menerima Donasi Buku Untuk Rumah Baca di Pinggiran NKRI " #AkubukanDilan_AkuDolan
Perjalanan ini pun tiang mulai setelah meyakinkan diri, setelah memberi tahu inaq (ibu) tiang dengan niatan dan rencana perjalan ini, tak lupa pula tiang memohon do'a iklas dari inaq tiang. Alhamdulillah tiang mendapat izin dari inaq, dibuktikan dengan di siapkannya sebuah Kereng Sesekan ( kain Tenun ), Sapuq ( iket kepala dari tenun ). Tak lupa inaq berpesan " Jauq Ne Adenm ndaq lupaq gubuq gempengm dait papuq baloqm" ( bawa ini agar kamu tidak lupa kampung halaman/ kampung kelahiranmu dan siapa nenek moyangmu.
Kamis siang 82/18
Di mana hari itu menjadi awal perjalanan tiang bersama CB 100 tiang, awal dari hari yang akan memberi tiang pengalaman.
Kamis Pagi tiang menyiapkan Balang Ketodak ( sebutan untuk motorku ) serta berpamitan dengan inaq tiang (ibu ku). Setelah berpamitan tiang pun menyalakan mesin balang ketodak tiang.
Tepatnya pukul 08.30 balang ketodak bergerak pelan mulai meninggalkan leleah ( halaman rumah ), untuk menuju bascamp CB_ReL ( CB Revolution Lombok ) seraya berpamitan dengan semeton ( saudara ) keluarga CB_ReL. Pukul 09.15 WITA tiang menuju pelabuhan Lembar, sesampai di pelabuhan lembar tiang langsung menuju loket penjualan tiket penyebrangan Lombok-Surabaya. Cukup dengan mengeluarkan 255.000 untuk bisa dapat tiket penyebrangan itu. Ternyata itu include orang, motor dan udah dapat jatah makan 2 kali selama pelayaran.
Ferynya bernama KMP-Legundi.
Rute pelayaran Lombok-Surabaya ini adalah rute baru, yg hanya pelayaran 2 kali dalam seminggu. Yakni ada pada hari Senin dan Kamis di setiap minggunya. Lama penyebrangan 21 jam. Di mana tiket penyebrangan hanya di jual pada hari keberangkatan, buka dari jam 08.00 WITA sampai jam 12.00 WITA.
BERLAYAR BERSAMA KMP Legundi ( Lombok-Surabaya )
Jam menunjukan pada angaka 14.15 WITA. Diiringi suara trompet dari perahu baja yang bernama KMP. Legudi. Sebagai pertada bahawa pelayaran akan segera mulai. Tiang pun bersama balang kedodak mengikuti arahan para awak kapal, yang mengarahkanku menuju parkiran dek atas.
Setelah parkir, tiang menuju ruang penumpang. Tiang langsung ke cafetaria untuk ekonomi, dikareanakan di tempat ini saya dapat menikamati pemandangan secara bebas. Selain itu tempat ini kita dapat merokok, serta deket dengan Mushala dan toilet.
Kondisi KMP Legundi cukup nyaman dan bersih, ruang penumapang terbagi, mulai dari ruang VIV, EKonomi dan Lesehan. Selajutnyaa tinggal kita yang pilih nyamanya di mana.
14.30 KMP Legundi pun perlahan mulai angkat jangkarnya. Mataku pun tertuju pada menara Pulua Seribu Masjid, menara yang usang dan tak terurus itu adalah hasil yg di bangun pada masa Presiden Soeharto.
Perlahan namun pasti Legundi bergerak meninggalkan Paer Sasak ( Pualau Lombok ) yang mulai menjauh semakin menjauh untuk mengarungi selat Lombok menuju selat madura. Terus berlayar seolah mengejar sang senja sebagai penghatar menuju gelapnya malam. Paer tiang pun sudah tak tampak lagi. Tiang pun menikmati pelayaran ini dengan berkeliling menikmati suasana di atas KMP legundi.
Wantah Sampun niki Juluq lemaq te lampoh maliq.
Tabeeeeq Walar

Semangart 😊 datu akmal bajang sasak, perjuangan mu sungguh inspiratif dan mulia, semoga sukses semeton
BalasHapusTampi asih
HapusMantabbb bro.. semangat terus jangan lupa #tetapibadah #tetapberibadah #tetapbersabar #tetapsehat #tetapgembira #tetapngopi #tetapcemehe������
BalasHapusTampi Asih, Terus izin pantauannya kake
Hapusteruskan menulis dan membagikan petualangannya kake
BalasHapus