Sugeng Rawuh Suroboyo

Selamat datang di Kota Pahlawan Surabaya 92/18. Seoalah itulah kata-kata yang disamapaikan oleh warga Surabaya. Di saat Kmp Legundi membunyikan tropet raksasanya sebagi tanda bahwa iya akan segera menghampiri dermaga di pelabuhan Tanjuk Perak Surabaya.

Setelah 21 Jam berlayar mengarungi Lautan dari Lombok-Surabaya, bakan melewati laut Madara. Sebenarnya perjalanan ini cukup sederhana dan tak sehebat perjalanan orang-orang di luaran sana. Namun bagi tiang ini perjalanan yang cukup berkesan dalam catatan tiang.

Perlahan setelah tali-tali kapal terpasang di pinggir dermaga, perlahan ramdoor turun, hanya untuk memberi jalan keluar dan segera turun dari Kmp Legudi. Tiang pun segera bergegas menuju parkiran bersama beberapa semeton yang kami sempat berbincang, ngerokok bahkan ngopi bareng pada saat kami menikmati suasana malam di atas Kmp Legundi selama pelayaran.

Ternyata mereka adalah 2 orang Mahasiswa yang akan menuju Malang, untuk menghadiri pernikahan adiknya. Setelah kami di parkiran kamipun menuju motor kami, kami pun terpisah untuk melanjutkan perjalanan masing.
Tak lupa kami salaman dan saling mendo'akan "Semoga sukses selamat samapai tujuan" itulah do'a yg keluar dari mulut kami.

Disaat saya menuju Balang Kedodaq di sebelahnya saya bertemu dua orang scooteris dari Bangka Belitung. Kamipun sempat berbincang ternyata mereka maen ke Lombok udah 1 minggu lamanya. Vespa mereka susah hidup yang disebabkan oleh karburatornya kemasukan air katanya. Sembari menunggu vespanya hidup, kami bakar sebatang rokok sebagai tanda persaudaran dengan semangat satu aspal kata mereka.

Setelah sekitar 20 menit Vespa meraka menyala dan bilang siap gasss dengan nada tawa penuh persaudaraan dan kedamaian tanpa mengenal perbedaan. Kami pun bergegas meninggalkan Kmp Legudi karena kaki-kaki kuda besi kami sudah ingin menginjakan kaki di aspal Kota pahlawan.

Pukul 11.40 WIB terlihat pada hp tiang, perlahan tiang tinggalkan pelabuhan Tanjung Perak. Sembari menunggu semeton-semeton CB di Surabaya. Beralahan tiang menuju pintu keluar pelabauhan, tetiba tiang di setop oleh 2 orang yang berseragam Dinas Pemkot Surabaya.

Ternyata mereka adalah dua orang semeton dari CB 99 Surabaya. Cak De Sidik dan Cak Iskandar. Selanjutnya tiang di ajak menuju kantin kantor Sat Pol PP Kota surabaya. Cak Iskandar adalah anggota Sat. Pol PP dan Cak De Sidik adalah orang Dinas Lingkungan Hidup Surabaya. 

Pertemuan itupun kami habiskan dengan ngobrol seputar club CB, kabar kondisi daerah masing tentunya di temani kopi dan rokok, yang dapat menambah rasa persaudaraan kami. Sekaligus sebagai temu kange sesama penghobi motor kelasik. Dimana mana kami sebelum bertemu dan ngopi bareng di acara JAMNAS CBI di Purwokerto oktober 2016.

Disinilah tiang dapat pelajaran persaudaraan tanpa padang batas usia, suku, bahasa dan Latar belakang. 

Disela-sela obrolan kami datanglah seorang pemuda nama Fauzan (seorang traveler/fotografer yg senang menulis). Semeton tiang ini datang untuk mengantarkan stiker yang tiang minta tolong dibuatkan. Kareana tiang gak sempat buat stiker ketika tiang berangkat dari Lombok.

Tidak lama setelah Fauzan datanglah semeton tiang lagi dari anggota CB Civas Surabaya. Kedatangannya untuk menjemput tiang di pelahan sayangnya tiang sampun (sudah ) di jemput oleh semeton-semeton CB 99. 

Singkat cerita, tiang pun ikut menuju bascamp CB Civas, di bascamp tersebut juga sudah ada semeton-semeton CB yang dari luar Kota Surabaya.

------bersambung-----

#akubukanDilan_akuDolan

#CB_ReL #KurirBuku




Komentar