Pagi itu sekitar pukul 10.00, 18/02/18 tiang melanjutkan perjalanan menuju Karang Anyar, Solo. Namun kali ini perjalanan tiang masih bersama semeton Rendy dan Istri serta Semeton Adit (CB99 Surabaya). Dimana kami berangkat setelah nyampah (sarapan dalam bahasa sasaq) di bale orang tua semeton Rendy di Ponorogo.
Alhamdulillah setelah nyampah dan berpamitan dengan keluarga orang tua Semeton Rendy, kami berangkat menuju bale Mbah Ndut (tetua CBCR Ponorogo). Kami bermaksud pamitan dan ikut melayat ke Ngawi. Dimana kami dapat berita bahwa istri dari salah satu anggota CB Ngawi meninggal. Namun sesampai kami di bale Mbah Ndut. Mbah Ndut sudah berangkat dan tak dapat di hubungi.
Sebelum kami melanjutkan perjalanan, tiang sempatkan menghubungi semeton Brury Magetan. Dengan niatan agar dapat simpang (singgah) serta bersilaturahmi dengan semeton Brury. Rumah semeton Brury dekat dengan Terminal Magetan. Semeton Brury seorang Tenaga Pendidik. Namun ALLAH belum mengizinkan. Semeton Brury sedang dalam tugas. Akhirnya silaturahmi itu kami jalankan lewat Hp. Tetap tiang ucapkan Tampi Asih Kepada Semeton Brury atas Respon persemtonan yang hangat.
Kami pun melanjutkan perjalan kami menuju Ngawi. Sesampi kami di persimpangan di Kota Madiun. Semeton Rendy mengambil arah Surabaya. Karena mereka harus balik lagi ke surabaya untuk melanjutkan tugas kerja mereka. Tiang bersama semeton Adit tetap menuju Ngawi. Semoga kita masih dapat bersilaturahmi di lain kesempatan semton Rendy dan Istri.
Tiang bersama Adit melanjutkan perjalanan menyusuri Kota Magetan sampai ke perbatasan Ngawi. Sesampai kami di perbatasan Ngawi tiang mencoba menghubungi semeton CB Ngawi, Semeton Brury dan Kake Mbah Ndut. Untuk minta alamat yang akan tiang tuju agar bisa ikut melayat. Namun tak ada jawaban. Tiang dan Adit Putuskan untuk cari warung kopi sembari menunggu teman dari semton Adit.
Kurang lebih 30 menit tiang dan Adit menunggu respon dari semeton-semeton yang melayat, Namun tetap tak ada respon. Temanya Semeton Adit datang menghampiri kami. Setelah kopi kami habis. Kami menuju rumah temannya (maaf lupa namanha) semeton Adit. Balenya dekat dengan Perbatasan Ngawi- Magetan, Jatim.
Setelah makan siang dan ngopi. Selalu ada tawa canda yang penuh keakraban yang mewarnai perkenalan dan silaturahmi kami. Tiang pun mulai betabeq (pamitan) untuk melanjutkan perjalanan meuju Tawangmangu dan Karang Pandan. Tak tiang sangka ternyata semeton Adyt dan kawan mau menemani tiang. Dengan dalih ingin mengajak tiang melihat suasana Telaga Sarangan sembari ripresing kata mereka.
Setelah kami pamitan dengan orang tua temanya semeton Adit. Kamipun mulai memacu tunggangan kami untuk menuju Tempat Wisata Telaga Sarangan. Santai nan pasti kami menyusuri jalan-jalan kota Magetan. Jalanan kota magetan walau ramai susana lalulintasnya padat, namun lancar. Setelah keluar dari kota Magetan, pemandanganpun berubah. Dari pemandangan suasana perkotaan yang cukup bising dan banyaknya polusi. Berlahan berganti menjadi suasan pedesaan yang cukup sejuk dengan pemandangan yang hijau. Jalan yang kami tidak terlalu lebar. Jalan yang cukup baik kondisinya menambah kenyamanan perjalanan kami. Jalan yang berkelok, menanjak, menurun bertemankan hamparan hijaunya suasana pedesaan. Ditambang dengan dinginnya sang kabat yang turun dari gunung. Ternyata kami berada di daerah kaki gungng Lawu. Tak lupa pula kami berhenti sejenak, hanya untuk mendokumentasikan suasa jalan yang kami lalui.
Setelah kami sampai di Telaga Sarangan. Kami menikmati suasana tempat kunjungan wisata. Cukup ramai pengunjungnya. Mulai anak muda maun yang liburan bersama keluarga. Di tempat ini kita dapat menikmati suasana sekeliling Telaga (Danau) Sarangan. Di sini juga terdapat penyewaan Kuda Tunggangan. Jadi kita dapat mengelilingi Telaga dengan menaiki kuda pacu. Bagi yang ingin menikmati suasana naik speed boat bersama keluarga dan teman-teman, juga dapat menyewa speed boat yang tersedian di sini. Tempat ini juga terdapat wisata kuliner dan cindra mata.
Setelah kami merasa cukup, kami pun meninggalkan Telaga Sarangan. Di gerbang Telaga Sarangan kimi berpisah. Tiang melanjutkan perjalanan menuju Karang Pandan Solo Timur, sementara semeton Adyt dengan temannya melanjukan perjalanan menuju Ngawi.
Di mulai lagi perjalanan tiang dengan Balang ketodaq, menikmati kondisi dan suasana keindahan jalanan menuju arah pendakian Gunung Lawu. Gunung Lawu merupakan salah satu gunung tujuan para pendaki di Jawa Timur dan semeton-semeton dari luar pulau jawa.
Gunung Lawu memiliki tiga pintu jalur pendakaian. Jalur Cemoro Sewu dan cemoro kandang, serta jalur yang dikatakan jalur baru untuk pendakian Gunung Lawu yak ni jalur Candi Ceto.
Komentar
Posting Komentar