Ramadahan 1439 H yg cukup penuh cerita bagiku. Di mana perjalanan touring saya kali ini salama misi menebarkan virus literasi di punggiran. Tak lupa pula ku menjalin silaturahmi dengan rekan-rekan penggiat rumah baca di pinggiran Pulau belitung
Pulau belitung merupakan pulau kecil yang kaya akan alam dan penghasilan lautnya. Pulau belitung juga dengan penduduk yang ramah, di pulaui ini juga banyak penduduk dari keturunan tionghoa. Di pualau belitung penduduk aslinya adalah melayu.
Di pulau ini juga juga kaya akan hasil tambang Timah. Namun sayang banyak bekas-bekas kolong tambang yang menyerupai danau terbengkalai begitu saja, Tampa ada reklamasi untuk mengmbalikan fungsi lahan dari ex tambang. Di pulau ini juga ku berjumpa dengan semeton-semeton penggiat dan pemerhati lingkungan.
Dari semeton-semeton GAPABEL saya dapat informasi adanya rencana penambangan Timah di laut menggunakan Kapal isap. Dan semeton-semeton GAPABEL sudah menyuarakan penolakan bahkan bersurat ke Gubenur Prov. Babel dan ke kembtrian Energi & pertambangan. Banyak hal yang menjadi dasar penolakan semeton-semeton itu. Diantaranya adalah berdampak pada pencemeran laut dan hasil tangkapan ikan bagi para nelayan.
Dan juga dapat berdampak pada sektor pariwisata.
Ampure kok malah saya jadi sok-sokan ngebahas lingkungan ya. Padahalkan tiang cuman sedang touring ke pulau ini dengan niat menebar virus literasi. Et gak kalah serum loh cerita dari adek-adek yang sering belajar ke RB GAPABEL. Oh iya semeton-semeton GAPABEL Juga punya Rumah baca kok. Disinilah ku dapat penghibur dengan melihat semangArt adek-adek untuk membaca. Kudapatkan kepuasan yang dapat kurasakan dan terungkapkan dalam hati.
Kita lupakan cerita isu lingkungan itu. Ada cerita disaat saya menuju Kota 1001 Warkop ( Kota Manggar ) Belitung. Saya pun pamit di semeton-semeton Gapabel & CB Belitung untuk lanjut menuju Kota Manggar, Saya sudah janjian dengan semeton Gabeo, seorang anggota SAR Belitung dan semeton CB di Manggar. Perjalanan saya disuguhkan pemandangan yang unik multi dari melintasi perkampungan, perkebunan sawit hingga hutan lindung. Tentunya tak ketingggalan pula danau-danau kecil dengan pasir putih. Danau-danau itu ternyata ex tambang loh.
Singkat perjalanan sampailah Saya di Kota mangggar menjelang buka puasa, sembari menunggu info dan di susul Semeton Gabeo & semeton-semton dari CB Manggar, Saya menyempatkan diri ke pelabuhan Manggar sekalian necari wrong sebagai tempat berbuka puasa, di karena kan sudah mau memasuki waktu berbuka.
Di pualau ini pula saya berjumpa dengan semeton saya seorang seniman muda, dimana sebelumnya ku jumpa di LOMBOk. Disaat semeton saya ini sedang ikut menyiapkan pentas Kabar Festival Dedoro, dengan Tema Trash Art Education bersama beberapa Mahasiwa/I ISI Yogyakarta yang tergabung dalam MelenesiaArt.
Di pulau ini juga saya di pertemukan pada saat semeton saya ini. Sedang menyiapkan pentas kolosal Theater cerita rakyat tentang kisah RAJE BEREKOR. Tampi asih kake Irwan untuk silaturahmi nya.
Tak cukup sampai disitu pengalamanku di Pualau Belitung. Disini pula saya merasakan menghabiskan bulan ramadhan hingga lebaran jauh dari ibu dan keluarga.
(2018, Belitong)
Lemaq tesambung maliq
Komentar
Posting Komentar