Berawal dari ketidak sengajaan bertemu seorang teman. Teman itu seorang petugas perpustakaan di kampus di mana saya sedang kuliah saat ini. Dia telah menjadi teman becanda saya bersama bibi penjaga kantin di kampus. Dia cukup kocak dan berbaur. Setiap kami bertemu selalu ada tawa maupun candaan. Oh iya nama teman itu UL.
Namun suatu saat saya mendapati teman saya murung dan terkadang menitipkan air mata. Saya yang biasa mencandainya pun kembali berusaha membuatnya terwa. Tapi, tetap saja tidak mempan. Namun saya pun mencoba kembali mencandainya, sambil memegang kepalanya. Dengan nada becanda saya bilang sini saya buat tenang agar kamu dapat melupakannya. Ternyata teman ini baru saja ditinggal menikah oleh yang katanya kekasihnya.
Atas izin dan kehendak Allah dalam ikhtiar dan do'a. Dalam nada canda saya untuk UL, saya menyuruhnya istighfar dan sholawat kepada Baginda Nabi Muhammad. Alhamdulillah UL mulai tenang. Atas keyakinan dari hati yang paling dalam dengan izin ALLAH, UL pun dapat kembali dalam tawa dan canda. Serta berangsur mulai dapat menerima dan meyakinkan diri bahwa lelaki yang meninggalkannya itu memang yang terbaik untuk wanita lain menurut kehendak Allah.
Di sinilah perjalananku dalam mencoba memahami lebih dalam tentang yakin akan izin, pertolongan dan kesertaan Allah, dalam setiap ikhtiar serta setiap keluar masuknya nafas. Saya semakin merasa lebih dekat dan mulai belajar mengenal dari, serta memperbaiki hubungan dengan airnya Sang Pencipta Allah. Saya hanya sedikit faham bahwa semua akan kembali ke sang Maha Pemilik. Artinya sesuatu yang sekiranya akan menjadi mudarat bagi diri, teman dan sahabat. Maka mintalah atas izin Allah dengan disertai shalawat ke pada Baginda Rasulullah Muhammad S.WT, agar di jauhkan dan di kembalikan ke asalnya (Sebatas pemahaman Penulis).
Dari cerita dan pengalaman UL, disaat UL merasa bisa tenang, dan menerima kondisi perasaannya yang menjadi lebih baik. UL merasa saya telah membantu serta dapat membuatnya tenang. Dengan perantara saya atas izin Allah. Disinilah UL merasa saya memiliki perjalanan spiritual dan dapat membantunya melalui perjalanan spiritual. Padahal saya selalu bilang, semua yang saya lakukan hanyalah atas izin Allah S.W.T. Saya percaya bahwa semua ini bukalah suatu kebetula, melainkan sudah ketentuan Allah. Begitulah cerita singkatnya.
Dilain kesempatan, UL chat saya yang katanya, "bisa batu saya, kita ketemu di kantin?". Saya pun penasaran lantas saya tanya, " ada apa UL?" . UL bialang "bantuin temen saya, dia sama nasibnya dengan saya". Saya pun mengiyakan dan mengajak UL untuk ketemu di kantin. Lalu, kami kerumah temannya UL. Setiba saya di rumah temannya UL, ternyata temanya yang katanya senasib dengan UL belum tiba. Kami pun menunggu kedatangan teman senasibnya UL.
Singkat cerita, datanglah teman senasibnya UL, namanya YN. Atas izin Allah, perjalanan dan pengalaman spiritual itu muncul dan mengalir begitu saja. Ntah dari mana energi yang kurang enak itu muncul, dibarengi dengan rasa aura yang cukup samar. Saya mencoba menetralkan pikiran saya dengan mehon perlindungan pada Allah. Saya coba memecah energi yang kurang enak itu dengan berkenalan dengan YN. Tanpak keresahan dan kegelisan pada wajah YN. Ntah dia sadar atau tidak. Namun itulah yang tapak pada sependek pengelihatan mata Zahir saya.
Setelah berkenalan dengan YN. Saya meminta dia sedikit bercerita tentang kondisi pikiran dan perasaannya. Dari sinilah perjalanan spiritual saya muncul dengan sendirinya. Terasa dorongan untuk saya melakukan sesuatu, agar YN dapat merasa tenang dan nyaman. Atas izin Allah S.W.T kemampuan dan kekuatan energi positif mucul dan bersatu dengan spiritual yang mengarah kepada ALLAH S.W.T. Saya percaya semua itu datang bersama izin Allah.
Dari cerita YN, saya cukup faham bagaimana perasaan yang membuatnya mesasa terpukul. Sebuah janji dan komitment yang diingkari. Sebuah pertemuan yang mendapat restu dan persetujuan sang ibu & bapak, namun tidak diindahkan. Menjadi sebuah pukulan yang cukup menyesakan rongga dada YN. Tak terima, kesal, sedih dan kecewa tentunya menjadi satu dalam benak dan hati. Sampai air mata menetes, makan tak enak dan berujung masuk ke rumah sakit. Itulah cerita singkat dari YN setelah lelaki yang dia percaya, besanding dengan wanita lain.
Dari sepotong perasaan YN di atas. Energi dan aura yang tidak positif memperkeruh perasaannya. Ntah energi itu bersumber dari mana, namun auranya yang muncul tampak tak sesuai syariat dan sunah Rasulullah. Energi negatif itu semakin terasa panas di pundak dan kepala saya. Selama obrolan dan zikir dalam hati yang di lakukan YN, atas arahan saya. Saya pun memohon izin kepada ALLAH dan meminta agar energi negatif yang menyertai YN, agar dinetralkan jika tidak sesuai serta tidak bersumber dari Al-Qur'an dan sunah.
Dalam zikir dan sholawat yang kami lakukan, tiba-tiba badan YN lemas, seakan tulang-tulang tak kuat menopang tubuh YN. Bersyukur YN tetap sadar dalam zikirnya. Setelah beberapa saat YN terkulai lemas, dia bangkit dan duduk kembali. Di sinilah saya merasakan dekat dengan Allah harus dengan keyakin sepenuh jiwa. Kata-kata yang mengarahkan YN untuk menuju lebih tenang dan bisa menerima apa yang telah terjadi padanya, terus keluar dari mulut saya. Saya tak pernah merencanakan, serasa kata-kata itu keluar begitu saja. Saat saya coba berhenti untuk mengeluarkan kata-kata pengingat untuk menguatkan YN. Seolah tak mau berhenti dan seperti bukan saya berbicara. Apa lagi pada saat setiap kalimat penguat itu terlontar, selalu ada kata Allah dan Muhammad.
Saya tersadar dan disadarkan, bahwa apa yang saya perbuat untuk kebaikan YN bukalah kebetulan apalagi kehendak saya. Itu semua terjadi atas kehendak dan izin Allah. Saya semakin merasa makin mendapatkan nikmat ketenangan jiwa karena merasa bisa belajar lebih dekat dengan ALLAH dalam setiap nafas dan langkah kaki ini. Pengalaman ini juga yang makin menguatkanku, bahwa semua yang terjadi atas kehendak-Nya. Di sini pula saya semakin yakin apa yang kita minta untuk kebaikan dengan sungguh-sungguh, Allah akan memberikan jalan terbaik yang Allah telah tentukan. Tanpa melupakan Baginda Rasulullah di setiap zikir dan do'a dalam ikhtiar. Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammad Wa'ala Ali Sayyidina Muhammam.
Alhamdulillah dengan izin ALLAH, dalam ikhtiar kami. Kini YN merasakan perubahan pada dirinya. YN mulai lebih tenang, nyaman serta bisa menerima. Bahwa apa yang terjadi pada dirinya adalah yang terbaik sesuai dengan kehendak Allah. Namun saya berpesan pada diri saya, agar selalu menyerta Allah dalam setiap kondisi dalam zikir, do'a dan ikhtiar.
Saya mengajak pada diri saya dan pembaca agar lebih dekat dengan diri, berdialog dengan diri. Agar kita bisa sama-sama belajar dekat dengan ALLAH.
Ampure, setiap kebenaran datang dari Allah dan kesalahan dalam tulisan ini datang semata dari saya yg fakir Ilmu.
"Sisipkan kerelaan dan keilasan dalam pikiran dan hati. Ingatkan dalam batin, jika kamu mencintainya, tepi yang kamu cintai sudah menjadi milik orang, do'akan kebahagiannya. Bukankah mencintai itu berbahagia melihat ia bahagia, meski sudah bukan milikmu?
Bahagia itu merelakan, meninggalkan dengan keiklasan dan mendo'akan.". (Kang Maman)
Postingan Ditarik,
Komentar
Posting Komentar