Di Setiap Putaran Roda Jalanan
(Dok. CB seratus di Danau Biru, Lombok Tengah)
Roda berputar, pelan atau cepat, tapi hati harus tetap utuh, sebab jalanan tak hanya bawa debu, tapi juga tanda-tanda yang tersembunyi.
Di setiap putaran, ada hidup yang melintas, ojek yang mengejar waktu, gerobak penuh sayur, dan doa ibu-ibu dalam kantong plastik kresek.
Di jalan ini, aku belajar fana. Belajar bahwa arah bukan milik kita, kadang dibelokkan, kadang disesatkan, tapi tak pernah lepas dari penglihatan-Nya.
Kupacu roda tua motor toaq, di antara tikungan dan lubang, kupeluk setiap guncangan seperti pelukan dari langit yang sedang mengujiku diam-diam.
Lalu kudengar dari dalam dada, "Jangan takut, jangan sesali, jalan ini memang panjang, tapi setiap putarannya adalah dzikir."
Terkadang aku lupa, bahwa suara klakson pun bisa jadi panggilan, bahwa lampu merah pun adalah peringatan untuk berhenti… bukan sekadar tubuh, tapi jiwa.
Maka kutundukkan kepala, di lampu merah, dan kuucap pelan dalam hati, "Allah Hu… Allah Hu… Allah Hu…" sampai jalan kembali terbuka, dan roda terus berputar.
Titimangsa, Warung Kupi Sedin Langan, 08 Juni 2025

Komentar
Posting Komentar