Lelaki yang Tak Pulang
Tuan jalan, kemana langkamu? "Daya’ langit gumi pelungguh suba lingsir, lek gubuk sunyi angin nyampĂ©, jari-jari tanah ngaji jejakmu."
Malamnyongkolan jiwa, tanpa gamelan, badanmu dililit rindu, dalam lelakon tanpa gendang, engkau temui Tuhan di tikungan sunyi.
"Tutuq jariq lemak niat," begitu ibukmu bisik waktu kecil, tapi langkahmu tak lagi ke pintu rumah, kau buka pintu dalam dada.
Angin Bayan bersyahadat, laut Selat meminum doamu, gunung Rinjani menyimpan sorbanmu, dan lumpur jalan memeluk sujudmu.
Bukan karena lupa, tapi karena sudah tahu, pulang bukan ke rumah, tapi ke rahasia yang bernafas di ubun-ubun malam. K
cari engkau di pasar dan masjid, tapi hanya dapat bau rering basah, dan suara, “Ia tak pulang, sebab telah sampai.”
Titimangsa; Sedin Bangket, 07 Juni 2025

Komentar
Posting Komentar