"Kejutan yang Tertunda untuk Ibu"
Ibu…
Hari ini anakmu berdiri di hadapan pusara sederhana ini, dengan hati yang penuh syukur sekaligus haru. Janji yang tak pernah terucap, kini telah kutepati kuliah yang kutempuh, langkah yang kutata, telah sampai pada garis akhir.
Sejak tahun 2009 niatan ini sudah kutanam, sebuah cita-cita yang ingin kupenuhi demi bahagiakanmu. Namun baru tahun ini Allah mengizinkan, segala usaha itu menjadi nyata.
Sungguh, sejak awal semua ini diniatkan untukmu. Aku ingin melihat senyummu merekah, ingin menghadiahkan kabar gembira bahwa anakmu mampu berdiri di titik ini. Namun, Allah lebih mencintaimu, lebih dulu memanggilmu kembali dalam dekapan-Nya.
Ibu…
Meski tiada lagi pelukanmu yang menenangkan, tiada lagi doa yang kau bisikkan langsung di telingaku, aku yakin doa-doamu tetap menjelma angin yang menguatkan setiap langkahku.
Hari ini, ijazahku, gelar yang kusandang, bukan hanya milikku, tetapi juga milikmu, buah dari segala kasih sayang, pengorbanan, dan doa tulus yang tak pernah berhenti.
Terima kasih, Ibu, untuk setiap tetes keringat dan air mata yang kau hadiahkan, untuk cinta tanpa syarat yang abadi. Anakmu telah menepati janji, meski kejutan ini kini hanya bisa kusampaikan di hadapan nisanmu yang sunyi.
Doakan aku, Bu, agar langkahku selalu dalam ridha-Nya, hingga kelak kita dipertemukan kembali di tempat yang jauh lebih indah, dengan senyum yang tak lagi bertepi.
Titimangsa : Pusara Ibu, 31 Agustus 2025
Komentar
Posting Komentar